Tak Memiliki Izin Edar, Ribuan Kosmetik di Tarakan Disita BPOM

Tak Memiliki Izin Edar, Ribuan Kosmetik di Tarakan Disita BPOM – Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Kota Tarakan mengambil beberapa ribu kosmetik dari beberapa pedagang. Kosmetik diambil alih sebab tak mempunyai izin edar serta diindikasikan punya kandungan zat kimia beresiko.

“Kami udah kerjakan penyitaan kosmetik tiada izin edar atau yang tak penuhi keputusan. Beberapa ribu kosmetik ini adalah sitaan saat dua minggu operasi serta pengawasan yang kita kerjakan. Kita udah mendatangi delapan distributor kosmetik serta lima toko dan tempat penjualan kosmetik ini,” jelas Kepala BPOM Tarakan Mustafa Anwari, Selasa (4/12/2018).

Mustafa memaparkan aktivitas ini diadakan dalam rencana menanggung produk yang dimanfaatkan oleh costumer memiliki legalitas. Penyitaan dijalankan kurang-lebih dua minggu ini serta sukses mengamankan kosmetik ilegal, yang nilainya raih Rp 37.813.500, yang terdiri atas 159 item produk dengan 1.262 buah kosmetik.

Kosmetik yang diambil alih dari pedagang adalah produk di luar negeri, seperti Malaysia serta Taiwan, ataupun produk dalam negeri akan tetapi tak mempunyai izin edar. Kosmetik itu diyakinkan beresiko untuk dimanfaatkan.

“Kita tak dapat menanggung keamanan, umumnya dalam produk pemutih dapat ditambahkan hidrokinon atau merkuri. Bahayanya kalaupun telah masuk ke dalam badan dapat selama-lamanya turut tersebar dalam sel darah, hingga pemakai dapat terkena senantiasa sampai akhir hidupnya. Kalaupun di Tarakan, apabila ada ibu-ibu yang parasnya kinclong senantiasa, akan tetapi kadangkala parasnya kelihatan pucat, itu mengisyaratkan kalau kosmetik yang dimanfaatkan tak sehat,” katanya.

BPOM menghimbau warga lebih berhati-hati dalam pilih produk kosmetik sebab dapat memicu flek hitam pemanfaatan dalam waktu panjang dan membuat kulit tak fresh serta condong kusam.

“Kita dapat menelusuri selanjutnya pembelian ini dari lokasi mana, serta penertiban ini jadi usaha represif sebab kalaupun tetap kita kira jadi aktor usaha bukan jadi penjahat. Kita dapat menelusur ke atas kembali untuk mencari otak intelektualnya yang mendistribusikan kesini dengan merajut kerja sama juga dengan stakeholder serta rekan-rekan wartawan,” jelasnya.

Beberapa ribu kosmetik yang diambil alih dapat dihilangkan melalui cara dicampurkan pada air, bekasnya dibakar. Disamping itu, pedagang kosmetik ilegal mengatakan berjualan sebab jumlahnya permohonan dari warga, bahkan juga pendatang ikut mengincar kosmetik ini sebab jadikan jadi oleh-oleh ke daerah asal.

“Banyak yang suka pada produk ini. Kita tak pesan, cuma tawarkan terhadap konsumen yang hadir ke toko. Memang banyak warga yang mencari produk ini, serta kita tidak jelas kalaupun ada peraturan yang melarang kita jualan, sebab belumlah keseluruhannya kita memahami dengan peraturan. Akan tetapi selesai peristiwa ini, insyaallah tak kan jualan kembali,” kata Hendra, yang sesehari berjualan kosmetik di Pasar Batu, Tarakan.

Disinggung berkenaan kerugian, dianya tak dapat sebutkan. Akan tetapi dia mengemukakan ditawari oleh tenaga sales untuk jual beberapa produk itu.