Skandal Match Fixing Akan Di Pindanakan

Skandal Match Fixing Akan Di Pindanakan – Sepakbola Indonesia kembali diguncang skandal match fixing atau penyusunan score. Bukan hanya aktor, club yang ikut serta harus juga diberi hukuman.

Di dalam prestasi Tim nasional Indonesia yang tidak kunjung lebih baik, sepakbola nasional kembali didera masalah penyusunan score. Skandal laten ini masih tetap ramai berlangsung di pertandingan tanah air.

Sekarang, skandal penyusunan score menyeret salah satunya petinggi di PSSI. Hidayat, anggota Executive Committee PSSI, dimaksud ikut serta dalam penyusunan score beberapa pertandingan.

Hidayat ditunjuk ikut serta penyusunan score oleh Bambang Suryo, bekas aktor penyusunan score di Indonesia. Hal tersebut disibak Bambang Suryo di acara Mata Najwa, Rabu (28/11/2018).

PSSI sekarang tengah menelusuri skandal ini. Bila ikut serta, Hidayat bisa jadi dicopot dari jabatannya. Hidayat sendiri telah siap mundur misal dapat dibuktikan mengendalikan score.

Bicara masalah sangsi, PSSI semestinya bukan hanya menghukum individu yang ikut serta. Hendri Satrio, ketua Perkumpulan Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), minta klub-klub yang ikut serta ikut diberi hukuman.

“Match Fixing ini mesti diterusin jalur-jalurnya, diminta membuka saja kurang lebih siapapun, club manakah saja yang meminta tolong sama ia. Jika ia membuka, club manakah saja yang meminta tolong sama ia, ketahuan tuch, klub-klub yang seringkali mainin ngatur score kaya gini,” kata Hendri dalam info persnya, Sabtu (1/12/2018).

Hendri lalu melawan PSSI untuk berani ambil beberapa langkah strategis untuk menanggulangi match fixing. Dia merekomendasikan federasi ingin bekerja bersama seperti Pusat Laporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) supaya bisa menelusuri saluran dana dalam skandal penyusunan score.

Jika ingin strategis, PSSI mesti berani ambil langkah menyeluruh. Termasuk juga contohnya kerja sama juga dengan PPATK, untuk menelusuri aliran-aliran dana dari beberapa pelaku yang dipandang lakukan penyusunan score itu, ke wasit contohnya,” lanjut Hendri, yang pengamat politik itu.

“Coba saja, itu jika ingin menyeluruh. Kan mumpung ada momentumnya untuk bersih-bersih, jadi disaksikan, hingga ini kan bisa saja nilai plus kepengurusan Edy Rahmayadi jika berani lakukan terobosan ini. Untuk melakukan perbaikan sepakbola Indonesia, mafianya ikut diberantas.”

“Jadi tidak hanya prestasi saja yang dikejar, tetapi ikut laga pertandingan yang bersih, yang tidak penuh kecurangan,” tegasnya.