Polisi Tangkap Komplotan Pemalsuan Dokumen di Surabaya

Polisi Tangkap Komplotan Pemalsuan Dokumen di Surabaya – Polisi tangkap komplotan yang lakukan pemalsuan dokumen. Dalam dua tahun paling akhir, mereka sudah memalsukan KTP, SIM, NPWP serta ijazah.

Dua terduga yang diamankan yaitu Bobby Khartika (36) serta Yanuar Eka Riztawan (25). Bobby adalah masyarakat Jalan Kyai Abdullah, Surabaya. Sedang Yanuar masyarakat Jalan Perum Lembah Keinginan.

Dalam masalah pemalsuan dokumen, kedua-duanya mempunyai peranan berlainan. Bobby bertindak menjadi pembuat serta pembuat dokumen palsu seperti ijazah, SIM, KTP serta NPWP. Sedang Yanuar jadi pihak yang melemparkan pesanan serta jual dokumen palsu bikinan Bobby.

“Telah 20 ijazah yang sudah saya bikin, rata-rata dari universitas di Jawa Timur, Surabaya ada juga. Kampus WR Supratman Surabaya sama kesehatan (Stikes Majapahit Mojokerto). Untuk yang Negeri Airlangga mungkin,” kata Bobby di Polsek Sukomanunggal, Kamis (4/4/2019).

Bobby meneruskan, tiap-tiap ijazah palsu yang ia bikin di jual di harga Rp 800 ribu. Tetapi di tangan Yanuar ijazah-ijzah itu di jual seharga Rp 1 juta. Sedang KTP dia terlepas di harga Rp 60 ribu. Lalu SIM dibanderol Rp 150 ribu.

Bobby lalu bercerita asal mula pengetahuan pemalsuan dokumen yang dia kuasai. Menurut dia, pengetahuan itu dia timba di bangku kuliah di satu diantara universitas informatika di Surabaya.

“Dari kuliah Pak. Kuliah di Stikom jurusan multimedia,” lebih Bobby.

Tingginya harga ijazah palsu karena susahnya penelusuran beberapa bahan di internet. “Cari berbahan di internet sulit. Karenanya mahal. Telah dua tahun melakukan ini,” lanjut Bobby.

Yanuar pula akui telah kenal Bobby semenjak dua tahun kemarin. Dia seringkali memperoleh order ijazah palsu yang lalu dikasihkan pada Bobby. “Telah dua tahun kenal Bobby. Ordernya dari mulut ke mulut lalu saya beri ke Mas Bobby,” kata Yanuar.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono menjelaskan, pihaknya mendapatkan info berkaitan pembuatan dokumen palsu dari penduduk. “Saat aktor lakukan percetakan ijazah palsu di tempat tinggalnya, kita lalu lakukan penggerebekan serta kita amankan pada jam 21.00 WIB. Nyatanya di tempat tinggalnya kami dapatkan beberapa ijazah serta KTP yang telah jadi. Sesudah kami bekerjasama dengan lembaga berkaitan nyatanya benar palsu,” kata Muljono.

Dari tangan terduga polisi mengamankan beberapa tanda bukti. Yaitu satu KTP palsu, dua SIM C palsu, dua ijazah palsu dan sebuah alat percetakan manual. Ke-2 terancam masalah 263 KUHP jo Masalah 55 jo Masalah 56 KUHPidana.

“Tanda bukti ini kami akan kirim ke Labfor untuk di teliti,” pungkas Muljono.