Media Sosial Bisa Merusak Mental

Media Sosial Bisa Merusak Mental – Sekitaran duapertiga pemakai sosial media mengaku kalau mereka ” merekayasa kenyataan ” saat kirim informasi atau sharing photo dengan cara on-line, demikianlah menurut satu survey yang dijalankan oleh media website sosial Pencourage. Bekasnya, yaitu sepertiganya, terasa mesti berbohong.

Pilih tidak untuk menghadirkan photo di hari Anda punya jerawat rakasa, merupakan satu hal. Namun, terus-menerus berbohong untuk buat hidup Anda terlihat lebih menarik, merupakan hal-hal lain.

Penipuan itu bisa memicu perasaan malu, paranoia serta rasa sedih, demikian simpulan dari survey Pencourage.

Amnesia digital

” Anda bisa membuat perubahan kenyataan-fakta kehidupan Anda hingga pada titik yang mungkin saja Anda tak akan mengetahui pengalaman riil sendiri, ” Richard Sherry, Ph. D. , memperingatkan.

Sherry merupakan seseorang psikolog klinis yang tengah menyelidiki apa yang dikatakan sebagai ” amnesia digital ” .

Pada intinya, makin Anda memutar fakta di media sosial, makin otak Anda berjuang untuk memisahkan kenyataan dari fiksi, terang Sherry.

Dia menuturkan, kamuflase pemakai media sosial bakal buat terasa tak tenang dengan bukti diri mereka, yang pada gilirannya bisa membuat perasaan kuatir serta tertekan.

” Sesudah kebenaran terdistorsi, saya fikir ini dapat melukai harga diri serta bisa buat orang terasa terputus dari diri mereka sendiri, ” tutur Sherry.

Makin Anda memikirkan kalau sosial media sebagai pertandingan atau tempat dimana Anda ” mesti melawan ” rekan sendiri, makin kemungkinan besar Anda untuk alami konsekwensi-konsekuensi kesehatan mental negatif.

Sebuah studi perihal Twitter dari Michigan State University mendapatkan, membaca informasi palsu di tweet orang lain bisa serius mengacaukan memori Anda sendiri.

” Anda dapat lebih memertahankan memori perihal info yg tidak akurat dari pada info yang aktual, ” kata penulis study, Kimberly Fenn, Ph. D.

Facebook tidak seutuhnya berikan dampak negatif

Laporan lain, kesempatan ini dari Jerman, berkenaan banyak saat yang di habiskan beberapa orang untuk mengecek profil Facebook orang lain bisa menimbulkan emosi negatif seperti kesepian, frustrasi serta iri hati.

Melihat segala hal keren dari rekan maya Anda, bisa buat hidup Anda sendiri terlihat lumpuh oleh perbandingan, simpul study dari Michigan University.

Penelitian itu hanya satu dari demikian banyak study berkenaan akibat negatif sosial media.

Demikian sebaliknya, study lain yang juga dijalankan di Jerman, mendapatkan kalau beberapa orang yang dengan cara aktif memperbarui profil mereka serta berhubungan dengan rekan-rekan dunia maya (bukanlah yang dengan pasif memata-matai profil orang lain) , condong alami emosi yang positif.

Sebuah studi sama dari Cornell University mendapatkan, Facebook serius bisa mengangkat harga diri Anda.

Sekali lagi, kuncinya merupakan restriksi saat serta selektif pilih content Anda sendiri.

Menurut penulis studi Cornell, saat Anda mengedit atau selektif menghadirkan diri lewat sosial media, Anda bakal menghadirkan yang paling baik dari diri Anda, ciri serta perincian kehidupan yang paling menarik, untuk diberikan pada dunia.

Ketaksamaan perlu disini, Anda tak berbohong namun cuma selektif. Dengan memoles profil on-line Anda, Anda juga tengah memompa sendiri untuk memandang beberapa hal paling baik yang Anda punyai.

Penelitian lain menuturkan, komunitas-komunitas di sosial media, seperti komune ibu baru atau pasien diabetes, dapat memberikannya dorongan semangat serta rasa positif.

Jika Anda memadukan semuanya study yang ada, satu pola bakal terlihat ; Jika Anda mau pengalaman sosial media Anda jadi positif, Anda serius mesti jadi sosial.

Itu bermakna turut serta dengan rekan-rekan, cuma pilih tweet yang aktual, menghadirkan kebenaran berkenaan profil, status serta lain sebagainya. Diatas semuanya, kepribadian on-line Anda mesti mencerminkan siapa Anda sebetulnya.