Krisis Lini Serang Liverpool Meski Belakang Kuat

Krisis Lini Serang Liverpool Meski Belakang KuatĀ  – Posisi serang jadi andalan Liverpool musim kemarin. Tetapi, musim ini, The Reds malah cukup kesusahan membuat gol walau kuat di belakang.

Liverpool yang finish tempat ke empat musim kemarin cetak 84 gol, paling banyak ke-2 sesudah Manchester City yang miliki 106 gol. Pemain depannya, Mohamed Salah, membuat 32 gol yang membuat jadi top skorer Premier League.

Perform itu yang diinginkan jadi modal untuk Liverpool berkompetisi dengan City musim ini. Di minggu pertama terlihat menjanjikan saat Liverpool menang 4-0 atas West Ham United.

Tetapi, sesudah itu, Liverpool seperti susah membuat gol serta telah senang saat menang cukup dengan beda satu atau dua gol serta cetak satu, dua, sampai tiga gol. Trio posisi depan yang ditempati Salah, Roberto Firmino, serta Sadio Mane belumlah secair musim kemarin.

Baru Salah yang dapat membuat tujuh gol serta Sadio Mane dengan enam gol, sesaat Firmino malah kesusahan dengan baru membuat tiga gol. Perform posisi depan itu juga disorot saat Liverpool kalah dari Paris St-Germain di Liga Champions kemarin.

Ketajaman yang jadi modal ke arah final Liga Champions musim kemarin tidak tampak serta membuat mereka sekarang dalam intimidasi tersisih bertambah cepat di babak group.

“Ya, kita dapat jelaskan semacam itu dengan spesifik. Tetapi jujur saja, itu dikit untuk saya,” tutur manajer Liverpool, Juergen Klopp, berkaitan posisi depannya yang panas-dingin musim ini.

“Saat semuanya tampil brilian serta kami cetak banyak gol, Anda tetap bertanya masalah pertahanan serta bagaimanakah cara memperbaiknya kan? ,” sambungnya seperti diambil FourFourTwo.

Tetapi, dengan menyusutnya ketajaman posisi serang yang baru membuat 26 gol musim ini sesaat City telah membuat 40 gol dari 13 minggu, Liverpool demikian kuat di posisi belakang sebab baru kebobolan lima gol. Penyesuaian style main dimaksud jadi fakta kenapa Si Merah seperti sekarang ini.

“Kami melakukan perbaikan itu serta tetap resiko pertama yang muncul dari itu ialah kreatifitas serta saluran serangan dikit terganggu. Itu begitu lumrah.”

“Bila ada yang berfikir masalah itu serta memandangnya dengan jelas, jadi itu rasional saja.”

“Sekarang, saat kami seadng memperbaikinya, saya tidak dapat katakan pada beberapa pemain: ‘Tapi kita kurang tajam’. Itu hilang ingatan. Kami masih tetap meningkatkan itu dan itu yang kami dapat kerjakan,” tutup Klopp.