Komplotan Pencuri Spesialis Kendaraan Roda 4 Diamankan Polrestabes Surabaya

Komplotan Pencuri Spesialis Kendaraan Roda 4 Diamankan Polrestabes Surabaya – Komplotan pencuri spesialis kendaraan roda empat ditangkap Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Di Jawa Timur, komplotan itu telah 10 kali beroperasi.

Tiga aktor yang dibekuk datang dari Kabupaten Pamekasan. Yaitu Junaidi (42), Giman Efendi (29) serta Abdul Rahem. Mereka lakukan pencurian di tiga tempat di Surabaya. Yaitu di Jalan Raya Wiyung pada 9 Desember 2017, di Jalan Jolotundo pada 30 Januari 2019 serta di Jalan Gubeng satu hari sesudah itu.

Kanit Resmob Iptu Bima Sakti menjelaskan tiga terduga adalah komplotan jaringan Jawa Timur. Mereka aktor pencurian spesialis roda empat.

“Yang kami amankan enam orang. Tetapi yang kita tahan di sini ada tiga orang. Sedang yang tiga aktor tidak ada sangkut pautnya dengan TKP di Surabaya, kami limpahkan ke Sidoarjo (Polres Sidoarjo),” kata Bima Sakti di Mapolrestbes Surabaya, Kamis (4/4/2019).

Bima lalu menerangkan, dua aktor yaitu Junaidi serta Giman yang mendapatkan perlakuan tegas dari polisi. Menurut dia, kaki mereka ditembak sebab coba menantang waktu diamankan di Kabupaten Malang.

“Kita sangat terpaksa bertindak terarah sebab mereka sudah sempat menantang serta membahayakan petugas,” tambah Bima.

Dia meneruskan, beberapa roda empat yang sering jadi tujuan operasi mereka yaitu seperti type L 300, minibus serta truk. Bukan sekedar beroperasi di Surabaya tetapi pula di beberapa lokasi di Jawa Timur.

“Di Surabaya ada tiga TKP sebagai tujuan mereka, diduga aktor ini bukan sekedar main di Kota Surabaya, tetapi di beberapa kota-kota yang lain di Jawa Timur. Seperti Malang, Pasuruan, Sampang, Pamekasan. Mereka lakukan kejahatannya lebih dari 10 kali,” lebih Bima.

Sekarang ini Polrestabes Surabaya masih tetap lakukan pendalaman untuk membuka jaringan mereka. Polisi mengamankan tanda bukti satu unit mobil Mitsubishi L 300, kabel jumper, 11 kunci T serta 10 handphone.

“Berkaitan DPO-DPO yang lain, baik aktor yang lain serta penadah masih juga dalam pengejaran,” tandas Bima.