KDRT di Blitar Terjadi Saat Sang Istri Pergoki Suami Bersama Selingkuhannya

KDRT di Blitar Terjadi Saat Sang Istri Pergoki Suami Bersama Selingkuhannya – Seseorang istri di Nglegok, Kabupaten Blitar dihajar suami serta selingkuhannya (WIL). Kekerasan dalam rumah tangga itu berlangsung kala si istri memergoki suami akan masuk rumah selingkuhannya.

Tragisnya, kala korban mendapatkan sepakan di muka serta dijambak rambutnya oleh WIL suaminya, tidak satupun penduduk seputar yg mengusahakan menolongnya. Walaupun sebenarnya tindakan keji itu dikerjakan di dalam jalan desa.

“Yg saya sesalkan itu. Tdk ada yg pengen menolongnya. Walaupun sebenarnya banyak yg menyaksikan. Kata mereka nggak pengen ngurusi rumah tangga orang-orang. Nggak pengen jadi saksi bila kelak dicheck polisi. Era tidak beradab ini namanya,” kata Puguh Siswanto bertindak sebagai pendamping korban, Selasa (4/12/2018).

Puguh mendapatkan narasi itu langsung dari anak korban yg tidak berkapasitas paham ibunya jadi arah bapak serta selingkuhannya. Rumah Puguh sendiri seputar 100 mtr. dari area peristiwa.

Paham berita itu, Puguh langsung mengevakuasi korban ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Sesaat korban dirawat, Puguh memberikan laporan peristiwa ini ke polisi menyertai anak korban.

Data pihak kepolisian mencatat, korban berinisial SS berumur 44 tahun. Sedang aktor yg tidak lainnya suaminya sendiri berinisial AS (49). Korban bersama dengan anaknya sudah terasa berprasangka buruk dengan sikap ayahnya yg acapkali berkunjung ke tempat janda ST (45) yg tempat tinggalnya persis di muka rumah korban.

Rangkaian KDRT yg berlangsung pada Senin (2/12) seputar jam 21.00 WIB itu bermula kala korban bersama dengan anaknya menyaksikan AS keluar dari pekarangan janda ST. Mereka lantas beradu mulut serta berbuntut AS berbarengan ST mengerjakan kekerasan fisik pada korban. Korban ditendang serta dipukul dengan tangan kosong.

Gara-gara peristiwa itu korban terasa kesakitan pada sisi kepala belakang, pundak samping kanan, bibir samping kiri sisi bawah, serta kaki kananya.

“Udah di terima laporannya serta sekarang masalah KDRT itu dalam proses penyelidikan,” ujar Kapolresta Blitar AKBP Adewira Negara Siregar.

Sekarang korban tetap dirawat di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Tidak hanya kondisinya amat lemah, pihak keluarga memandang lebih aman kalau korban dalam rumah sakit, sepanjang aktor penganiayaan belumlah ditindak oleh pihak kepolisian.