Hanura Siap Mediasi Dengan KPU Terkait Hasil Verifikasi Caleg

Hanura Siap Mediasi Dengan KPU Terkait Hasil Verifikasi Caleg – Partai Hanura menyebutkan sudah menyerahkan berkas permintaan sengketa pada Komisi Penentuan Umum (KPU) ke Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta siap melakukan step perantaraan berkaitan masalah penolakan dokumen perbaikan akan calon legislatif (bacaleg) mereka oleh KPU.

Hal seperti ini diterangkan Sekjen Partai Hanura Herry Lontung Siregar di Kantor KPU, Jakarta, pada Selasa (7/8/2018) tempo hari.

“Iya, telah diserahkan berkasnya. Saat ini lagi diolah disana Bawaslu, ” tuturnya.

Herry mengatakan pihaknya siap merampungkan sengketa pendaftaran bacaleg Pemilu 2019 di step perantaraan dengan KPU, sesudah berkas perbaikan permintaan sengketa diolah oleh Bawaslu.

Awal mulanya, pada Kamis (2/8/2018) hasil verifikasi KPU mengatakan cuma 9 berkas formulir pendaftaran (B1) Bacaleg Hanura dari 575 formulir yang penuhi prasyarat.

Menurut KPU, prasyarat yang tidak tercukupi dalam formulir B1 Hanura salah satunya tidak ada photo, alamat kosong serta menambahkan jumlahnya caleg tanpa pemberitahuan dari ketua umum partai.

KPU juga tidak mengecek dokumen perbaikan bacaleg Hanura. Oleh karena hal seperti ini, Partai Hanura ajukan sengketa ke Bawaslu berkaitan penolakan dokumen perbaikan bacaleg mereka oleh KPU.

Simak juga :
Hanura Siap Sengketakan KPU Berkaitan Hasil Verifikasi Caleg

Herry menuturkan, Hanura sudah lakukan perbaikan berkas pendaftaran bacaleg untuk Pemilu 2019. Lebih, perbaikan itu awal mulanya telah Hanura tanyakan ke KPU. Hal seperti ini yang membuatnya masih optimis Hanura bisa merampungkan sengketa tersebut di step perantaraan dengan KPU.

“Harapan kami, semua pendaftaran caleg di terima lah. Karena, itu kan hak kita ya. Mereka KPU, cuma mengatur, bukan akan memutus. Kalau ada yang kurang, kan telah diperbaiki serta itu semua telah kami kerjakan sesudah konsultasi tanggal 30 Juli”, tutur Herry.

Waktu ditanyai selanjutnya tentang bacaleg yang Penuhi Prasyarat (MS), Herry bersikukuh KPU belumlah mengecek berkas perbaikan pendaftaran bacaleg dari Hanura keseluruhannya.

Selain itu, anggota Bawaslu Karunia Bagja menyampaikan sampai sekarang ini belumlah ada jadwal perantaraan pada Hanura serta KPU berkaitan sengketa pendaftaran bacaleg Hanura.

“Belum ada jadwal perantaraan. Karena, masih tetap ada perbaikan berkas sengketa dari Hanura. Kami masih tetap menunggu”, kata Karunia Bagja.

Hanura tetap harus lengkapi berkas permintaan sengketa yang diajukannya ke Bawaslu, Jumat (3/8/2018) kemarin.

Bagja menuturkan selanjutnya, waktu untuk melakukan perbaikan berkas optimal tiga hari kerja, terhitung semenjak diajukannya berkas permintaan sengketa ke Bawaslu.

Dalam kata lainnya, Bawaslu memberi waktu pada Hanura untuk melakukan perbaikan berkas permintaan sengketa sampai Rabu (8/8/2018).

Ketika pendaftaran 17 Juli lantas, Hanura mendaftar 559 caleg di semua tingkatan dengan perincian 325 lelaki serta 234 wanita, dan 80 dapil.

Berdasar pada Ketentuan KPU (PKPU) Nomer 20 Tahun 2018, tidak lagi ada waktu untuk melakukan perbaikan dokumen penyalonan sesudah waktu perbaikan yang sudah dikasihkan KPU saat 22-31 Juli kemarin.

Nanti, akan caleg DPR RI dari Partai Hanura yang akan diputuskan menjadi daftar calon sesaat (DCS) oleh KPU cuma akan caleg yang dinyatakan penuhi prasyarat (MS) ketika proses verifikasi pertama atau sebelum waktu perbaikan.