Polisi Amankan Dua Pembunuh Anak Jalanan

Polisi Amankan Dua Pembunuh Anak Jalanan – Kubu Unit Resmob Satreskrim Polres Brebes, Jateng, tangkap dua dari enam pemeran pembunuhan pada anak jalanan di Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, kala kemarin.

Ke dua pemeran itu adalah Akhmad Khaerudin, 23, dan Rustoni, 29, dua-duanya warga Dukuh Kedawon Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Mereka ditangkap dalam rumah kontrakan tempat persembunyiannya, di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Polisi bahkan terpaksa menghadiahi timah panah pada ke dua pemeran karena sempat lakukan perlawanan waktu ditangkap.

Sebentar empat pemeran yg berbeda, sekarang ini masuk dalam Daftar Pelacakan Orang (DPO) Polres Brebes dan masih dalam pengejaran. Adalah, EK, 27, Wahyu, 29, YY, 19, dan NH, 25, kesemuanya warga Brebes.

Ada terus korban dari perbuatan pembunuhan mereka adalah Faizal Afdli, 32, anak jalanan asal Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes. ” Pemeran keseluruhnya ada enam orang. Dua di antaranya kita tangkap di Bekasi, Minggu (23/7), terus, ” tutur Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Arwansa, Selasa (25/7).

Dia membeberkan, perbuatan pembunuhan dilakukan oleh ke enam pemeran pada 1bulan waktu itu (23/6). Masalah itu terbongkar berasal waktu penemuan sesosok mayat di Sungai Pemali, masuk Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan.

Dari hasil kontrol, korban meninggal dunia nyatanya lantaran dibunuh karena ada luka tusuk pada bagian tubuhnya. ” Hasil kontrol korban nyatanya dibunuh gunakan gunting oleh pemeran. Waktu ini gunting jadi sinyal bukti juga kita amankan, ” terangnya.

Setelah moment, lanjut dia, beberapa pemeran itu kabur. Timnya sukses tangkap dua orang di tempat Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Dari hasil kontrol, motif pembunuhan pada korban itu dilatarbelakangi dendam. Itu dipicu karena korban kerap buat khawatir teman-temannya dengan berharap uang dengan cara paksa.

” Paling awal korban dianiaya oleh pemeran dan sampai hingga berjalan pembunuhan. Lantas, korban jatuh ke sungai (Pemali, red) di mana tempatnya persis dipinggir Sungai Pemali, ” tuturnya.

Atas perbuatannya itu, sambung Kasat, beberapa pemeran diancam masalah 170 dan masalah 338 KUHP tentang Pembunuhan, dengan ancaman pada 12-15 penjara. ” Kasusnya waktu ini masih dalam thap penambahan, ” katanya.

Sebentar Rustoni di muka penyidik mengaku, moment itu berasal waktu dia beserta korban dan rekan-rekan yg berbeda masuk dan pesta minuman keras (miras). Dia dan rekan-rekan yang lain memang kesal dengan sikap korban yg terus berharap paksa beberapa uang. Karena kesal dan dipengaruhi miras, mereka memukuli korban.

” Tidaklah ada niatan buat membunuh. Waktu itu cuman memukul, tapi dia (korban, ed) membawa gunting dan jatuh, sampai kita ambil dan menusuknya di perut segi kanan, ” tutur dia.

Usai lakukan perbuatan, lanjut dia, dia beserta rekan-rekan yang lain kabur. Dianya sendiri beserta istri dan anak kabur ke Bekasi. Di Bekasi dia profesinya jadi pengepul barang bekas. Nggak lama istrinya pulang, dia setelah itu ditangkap pihak kepolisian.

” Ya menyesal. Sebelumnya gak ada niatan buat membunuh, saya cuman pingin memukul buat memberikan pelajaran saja, ” ujarnya.