Polda Kalbar Tangkap Bandar Togel di Mempawah

Agen Casino

Polda Kalbar Tangkap Bandar Togel di Mempawah – Aparat Polda Kalimantan Barat tangkap Johan alias Aliong, bandar togel di Kabupaten Mempawah. Hasil dari kontrol, Johan telah setahun menjalankan usaha judi.

“Judi type togel yang beromzet Rp 600 sampai 800 juta per bulan,” kata Direktur Reserse Kriminil Spesial Polda Kalimantan Barat Kombes Mahyudi dalam info tertulisnya, Selasa (13/11/2018).

Johan diamankan Sabtu (10/11) saat merekap data togel di ponselnya. Polisi ikut temukan bukti pesan masuk di hp terduga yang dalamnya ingin menempatkan togel.

“Terduga disangkakan Masalah 45 (2) juncto Masalah 27 (2) UU Nomer 19/2016 mengenai Pergantian atas UU Nomer 11/2008 mengenai ITE serta/atau Masalah 303 KUHP,” kata Mahyudi.

Dari tangan terduga, polisi mengambil alih uang tunai Rp 139.124.000, satu hp pandai, dua hp, serta sebundel dokumen rekapan togel.

Esok harinya, Minggu (11/11), Direktorat Reserse Kriminil Spesial Polda Kalimantan Barat kembali tangkap seseorang bandar judi online bola bernama Hasen alias Lekesen bola di Singkawang.

“Terduga lakukan perjudian type bola online serta togel. Sesudah kami masuk rumah terduga, waktu itu terduga tengah merekap togel serta di HP terduga masih tetap ada kegiatan pemasangan dari pemasang lewat cara SMS dari pemasang ke nomer HP terduga,” jelas Mahyudi.

“Dan di HP terduga waktu ditangkap masih tetap terkoneksi dengan situs judi bola online dengan alamat URL www.agent.mabetsika.com,” sambung ia.

Mahyudi mengutarakan modus yang dipakai terduga dalam menyiapkan perjudian bola online ialah konsumen setia mengontak terduga untuk dibuatkan account perjudian bola online. Sesudah account dibikin konsumen setia, terduga minta konsumen setia mendepositokan uang yang dipakai untuk permainan judi bola.

“Langkah pembayaran konsumen setia pada terduga dalam pendepositan dengan transfer serta tunai. Terduga perjudian bola online kurang-lebih 10 tahun di lokasi Singkawang dengan omzet per bulan rata-rata Rp 500-600 juta ,” kata Mahyudi.

Dari tangan terduga, polisi mengambil alih satu unit hp, laptop, uang tunai Rp 18.500.000 serta saldo di web sebesar Rp 173.000.000.

“Terduga dikenai masalah yang sama juga dengan terduga di masalah pertama,” tutur Mahyudi.