Kebijakan Pemerintah Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Puasa

Kebijakan Pemerintah Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Puasa – Persoalan kenaikan harga keperluan pokok mendekati Ramadhan sampai Idul Fitri jadi kebiasaan yang senantiasa nampak dari th. ke th..

Bukanlah tanpa ada argumen hal itu senantiasa jadi kebiasaan. Tingginya kenaikan keinginan pangan pokok tdk diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.

Diluar itu, masalah tata niaga rantai pasok keperluan pokok juga masih tetap jadi masalah yang belum terselaikan. Banyak tangan penghubung dalam rantai itu buat harga harga bahan pokok jadi tinggi.

Seperti pengucapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekian waktu lalu, utk komoditas cabai sendiri ada sembilan sampai 10 mata rantai yang semasing mengambil keuntungan.

Dari hitungan Kompas. com, seandainya harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp 50. 000 per kg, serta 10 mata rantai itu mengambil keuntungan umpamanya Rp 1. 000 per kg, jadi harga cabai pada costumer atau end user telah Rp 60. 000 per kg, atau naik Rp 10. 000 per kg akibat panjangnya mata rantai itu.

Mentan Amran mengatakan, mendekati Ramadhan serta Idul Fitri th. ini pemerintah sudah siap menghadapinya dengan stock keperluan pokok yang dapat penuhi keperluan pasar.

” Oh itu (Ramadhan serta Idul Fitri) amanlah, ini malahan kami takut harga cabai bergerak turun, beras banyak lebih kurang ada dua juta ton di gudang punya Tubuh Masalah Logistik (Bulog) , ” terang Amran.

Direktur Paling utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti juga menyampaikan, utk beras sekarang ini Bulog punyai stock sebesar 1, 9 juta ton. Untuk komoditas daging sekarang ini juga pemerintah punyai cadangan daging kerbau sampai 40. 000 ton serta bakal lakukan menambahkan stock sejumlah 50. 000 ton daging kerbau dari India.

” Daging stock banyak, pokoknya cukup, pokoknya tenang saja semuanya aman, itu stock beras ada hingga 8 bln. kedepan, Ramadhan tinggal dua bln., artinya tentu ada, ” terangnya.

Sedang gula, Bulog punyai stock sampai 400. 000 ton gula pasir. ” Gula ini kami (Bulog) posisi paling akhir miliki stock 400. 000 ton, serta posisi stock itu kami telah menebar, artinya seandainya ada gejolak kelangkaan atau kenaikan harga Insya Allah kami telah siap intervensi setiap waktu, ” tutur Djarot.

Menjaga Harga

Amran mengklaim kalau sekarang ini tak ada lagi ruangan untuk beberapa pihak yang menginginkan mempermainkan baik harga atau suplai pangan di Indonesia.

Hal semacam itu disibakkan Amran dengan berkaca pada persoalan kenaikan harga cabai rawit merah sebagian bln. selanjutnya yang buat pemerintah kelabakan serta membuka ada permainan oknum nakal di balik mahalnya harga cabai.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan ada dua hal yang butuh di perhatikan pemerintah seandainya menginginkan harga keperluan pokok waktu Ramadhan tdk melonjak.

” Bila stock aman di pasar, harga akan aman, ” tutur Mansuri.

Menurutnya, terkecuali merawat suplai serta stock keperluan pokok, pemerintah juga butuh lakukan pemantauan harga di pasar dengan turun ke pasar serta hal semacam itu bakal menentramkan dengan cara psikologi pasar.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga tengah berusaha merawat stabilitas harga keperluan pokok mendekati Ramadhan th. ini. Salah satu langkah yang dijalankan dengan mengatur harga di tingkat toko ritel modern.

” Toko ritel modern ini price leader. Jadi ini yang kami kontrol tidak untuk jual diatas harga yang diputuskan, ” kata Enggar.

Enggar setuju dengan pelaku usaha toko ritel mengambil keputusan harga panutan tiga komoditas pokok yaitu gula Rp 12. 500 per kg, daging impor dari India Rp 80. 000 per kg, serta minyak goreng paket Rp 11. 000 per kg.

Terkecuali merawat harga dengan stock yang mecukupi, yang butuh di perhatikan yaitu rantai tata niaga sebagai hal meningkatnya harga keperluan pokok.

Dari Kementan sendiri punyai Toko Tani Indonesia yang digagas jadi pemangkas rantai distribusi keperluan pokok.

Kementan lewat Tubuh Ketahanan Pangan selalu menaikkan jumlah Toko Tani Indonesia (TTI) di lokasi Jakarta.

Lalu Bulog juga punyai Tempat tinggal Pangan Kita (RPK) . Manfaat memotong rantai distribusi pangan Perum Tubuh Masalah Logistik (Bulog) membidik bakal membangun gerai RPK sejumlah 50. 000 di th. ini.