Gelapkan Mobil Sewaan 12 Kali, IRT Di Bandung Dibekuk Polisi

Gelapkan Mobil Sewaan 12 Kali, IRT Di Bandung Dibekuk Polisi – AG (43) , ibu rumah-tangga (IRT) , sangat terpaksa berhubungan dengan Polsek Bojongloa Kidul, Bandung, dikarenakan dikira menggelapkan belasan mobil. Waktu ini, AG berpisah dengan satu anaknya yang masih tetap kecil dikarenakan mesti meringkuk di sel tahanan serta melakukan sistem hukum.

Persoalan ini tersingkap sesudah banyak yang miliki mobil, Dicky serta Muktiani, melapor ke Polsek Bojongloa Kidul. Atas basic laporan itu, petugas selanjutnya melaksanakan penyelidikan sampai sukses membekuk AG di tempat tinggalnya di area Kopo, Bandung.

Tersangka AG juga tdk berkutik selagi di tangkap. Terlebih petugas sukses mengamankan tanda untuk bukti enam unit dari 12 unit mobil yang digelapkannya.

Ke-6 unit mobil itu misalnya, Daihatsu Sigra warna hitam nopol D 1346 YBH, Daihatsu Sigra wama merah nopol D 1645 AFY, Suzuki Ertiga wama putih D 69 KP, Daihatsu Alya warna Silvernopol D 9004, Suzuki Ertiga putih D 1635 KB, serta Suzuki Ertiga hitam nopol D 699 KP.

Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi mengemukakan, dalam aksinya, tersangka AG merental mobil sepanjang dua minggu dengan cost Rp1, 5 juta-Rp2, 5 juta. Tapi sesudah periode sewa selesai, AG tdk kembalikan mobil itu ke pemiliknya. Tentunya yang miliki mengupayakan beroleh kembali mobilnya lewat langkah menghubungi AG. Tapi tersangka malah tdk dapat dihubungi.

Menurut info korban, kata Dewi, tersangka menyewa mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik nopol D 1707 LE pada 8 Desember 2017 punya korban Dicky buat Iiburan bersama-sama keluarga sepanjang enam hari. Sehabis enam hari berlalu, AG tdk juga kembalikan mobil itu.

Selagi Dicky menghubungi, kata Dewi, AG memohon perpanjangan saat sehari dikarenakan masih tetap ada di Kabupaten Cianjur. Korban percaya jadi mengabulkan permohonan AG. Tapi sesudah sehari penambahan berlalu, AG serta mobilnya tdk juga tampil. Dicky kembali menghubungi AG. Terhadap korban, AG berjanji dapat kembalikan mobil saat malam hari dikarenakan AG mengakui masih tetap ada di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Korban Dicky syak wasangka selanjutnya mencari kebaradaan AG.

“Akhirnya, kami bersama-sama korban sukses mengamankan AG. Terhadap penyidik AG mengakui mobil itu udah digadaikan pada KD, temannya yang waktu ini buron, ” kata Dewi di Mapolsek Bojongloa Kidul, Kamis (4/1/2017) .

Tidak cuman menipu korban Dicky, nyatanya AG juga udah menipu korban Muktiani. Akibatnya tingkah AG, Muktiani kehilangan mobil Toyota Calya warna silver nopol D 1459 AFR. Modusnya sama, AG pura-pura menyewa mobil sepanjang sekian waktu. Tapi selanjutnya mobil itu digadaikan pada DD, sebesar Rp25 juta. DD waktu ini diputuskan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan kata lain buron.

“Berdasarkan penyidikan, tersangka AG udah enam bln. melaksanakan penipuan dengan modus mirip ini. Sepanjang itu juga, AG udah menggelapkan 12 unit mobil. Segala mobil digadaikan oleh tersangka. Enam mobil udah sukses kami amankan, bekasnya masihlah dalam pencarian. Tersangka dijerat Pasal 372 juncto 373 KUHP terkait Penipuan serta Penggelapan dengan ancaman hukuman diatas lima th. penjara, ” papar Dewi.

Disamping itu, tersangka AG mengakui, meminjam mobil selanjutnya menggadaikannya dikarenakan sangat terpaksa. Dia tdk mempunyai pekerjaan. Sedang dia mesti menafkahi anaknya. Duwit buat sewa mobil itu datang dari penjualan mobil korban diawalnya. Mobil-mobil korban digadaikan dengan harga Rp20 juta sampai Rp25 juta. “Saya sangat terpaksa melaksanakan ini dikarenakan dibutuhkan duwit, ” kata AG.