BBPOM Yogyakarta Menertibkan Beberapa Ribu Kosmetik Ilegal Serta Mempunyai Kandungan Bahan Berbahaya

BBPOM Yogyakarta Menertibkan Beberapa Ribu Kosmetik Ilegal Serta Mempunyai Kandungan Bahan Berbahaya – Balai Besar Pengawasan Obat Makanan (BBPOM) Yogyakarta menarik 416 item atau 2. 936 paket produk kosmetik tanpa izin edar dan punya kandungan bahan . Kosmetik diambil dari 48 toko swalayan di lokasi DIY.

Kepala BBPOM Yogyakarta Sandra MP menuturkan, beberapa ribu kosmetik itu ditertibkan operasi penertiban pasar dari kosmetik ilegal punya kandungan bahan . Operasi ini dijalankan serentak di seluruhnya Indonesia mulai sejak tanggal 9 sampai 18 Juli 2018. Dalam operasi ini, BPPOM Yogyakarta menggandeng Dinas Kesehatan Satpol PP Yogyakarta.

” Dalam operasi sepanjang 10 hari itu ada 48 tempat jual kosmetik yg disasar. Ke-48 tempat ini dari swalayan, mal atau toko teristimewa yg jual kosmetik. Dari 48 tempat ada 21 tempat yg jual (kosmetik) punya kandungan bahan serta tdk miliki izin edar. Tapi yg rata-rata produk kosmetik tanpa izin edar, ” papar Sandra di Kantor BBPOM Yogyakarta, Senin (23/7).

Sandra memaparkan dari 21 tempat itu, pihaknya mengambil 403 item atau 2. 907 paket produk kosmetik tanpa izin edar. Terkecuali itu juga ada 29 paket terbagi dalam 13 item yang memiliki kandungan bahan dalam kosmetik itu.

” Ada 403 item atau 2907 paket produk kosmetik tanpa izin edar dengan nilai ekonomi kurang lebih Rp 89 juta. Buat produk kosmetik yang memiliki kandungan bahan ada 29 paket terbagi dalam 13 item nilai ekonominya Rp 580 ribu. Jadi temuan operasi tempo hari ada 416 item 2. 936 paket dengan nilai ekonomi Rp 89. 576. 000, ” urai Sandra.

Sandra memaparkan dari razia kosmetik itu juga produk kosmetik yg masuk public warning. Produk bertipical siang malam. Produk itu di produksi produsen di Serang, Banten telah digrebeg saat lalu oleh BBPOM.

” Kandungan zat bahaya di kosmetik itu ada tiga adalah hidrokinon, asam retinoat mercury. Tiga zat tdk ditambahkan ke kosmetik karna membahayakan kesehatan sanggup menimbulkan kanker, ” tutup Sandra.